Senin, 27 November 2023

Teman Tapi Menikah - Part1


Gambar terkait

“Lagi dimana? Main yuk.Gue yang traktir deh hari ini gantian hehe.
Ada yang mau gue omongin sama lo, ajak abang lo jugaya sekalian jalan-jalan aja” – Tanyaku kepada
manusia super sok keren ini hahaha. Manusia sok keren ini namanya Dzaki tapi aku biasa memanggilnya ‘Jakkk’ dan dia mempunyai abang yang bernama Boim tapi aku biasa memanggilnya ‘Mas im’.
Mereka mengiyakan ajakanku. Tak lama kemudian, setelah kita saling bertemu disuatu mall didaerah Jakarta timur kami langsung mengitari mall tersebut sebelum akhirnya kami mendatangi sebuah restaurant. Kami mulai memesan beberapa makanan dan minuman yang berbeda-beda. “Pesan makan dan minumnya kita jangan samaan ya.biar bisa saling mencicipi makanan dan minuman punya kita masing-masing” – kataku sambil menyodorkan buku menu ke mereka.

Setibanya makanan dan minuman pesanan kami ke meja kami, Mas im langsung memakan pesanannya dengan lahapnya namun tidak demikian dengan aku dan Jaki. Ya, aku dan Jaki masih dengan asyiknya melanjutkan obrolan kita yang makin di ceritakan makin hot pada saat itu wkwkkw.
“Jangan bilang ke anak-anak yang lain ya kalau kalian gue traktir hari ini” – Gumamku kepada sepasang abang adek ini sambil tersenyum lebar haha.
Jaki dan Mas im ini tinggal disuatu kamar kost yang biasa mereka sebut dengan ‘Apart’. Yang tinggal di apart itupun bukan hanya mereka berdua saja melainkan beberapa orang lelaki yang kesepian yang belum menemukan jodoh sejatinya wkwkkwk. Btw mereka teman-teman ku juga kok hehehe.

Selesainya kita makan dan aku bayar semua pesanan kami tadi itu tiba-tiba mas im bilang “udah ya yas ini pertama dan terkahir kalinya aja lo traktir kita” – jawab mas im setelah aku membayar bill nya
dikasir.
Saat Mas im berkata seperti itu aku merasa seperti perempuan yang sedang dikasihani karna ketidaktebalan dompetku yang dia ragukan.huh
Siang itu kami habiskan waktu dengan obrolan ringan sampai obrolan berat dan segelas milkshake dimasing-masing tangan kami.

Sejak saat itu kami jadi sering main ber-tiga, ber-dua, ber-empat bahkan sampai ber-sepuluh kalo semuanya lagi gak sibuk. Sebelum saat itu kami memang sudah sering main bareng namun dari sekian kalinya kita main ya baru kali itu aja aku yang traktir jajannya dan itupun hanya sama Jaki dan
mas im aja wkwkkw yang lain gausah.
Hingga beberapa minggu setelah itu Mas im dateng bersama dengan pamannya (Om Herry) malam hari kerumah ayahku untuk bertemu aku dan orangtua ku.
Aku sudah tau kalau mereka akan datang kerumahku karna sebelumnya om Herry mengabari ayahku yang kemudian aku dikabari oleh ayahku. Setibanya mereka datang kerumah ayahku, aku tidak langsung keluar mendatangi mereka karna aku sempat tertidur menunggu mereka datang. Tidak lama kemudian ayah membangunkan ku agar menemui mereka diluar. Tanpa basa basi om Herry dan mas im langsung mengatakan maksud dan tujuan mereka datang kerumahku malam itu.
“Gue dateng kesini dengan niat ingin menikahi lo yas, Gue serius dan gamau main-main lagi”.
- Ucap mas im malam itu.

-Sesederhana itu.

“Kok muka lo kaya gak seneng gitu yas gue dateng dengan maksud baik ini? Lo gasuka ya sama gue?” -kata mas im tiba-tiba setelah melihat muka aku yang mungkin terlihat seperti aura kesedihan atau raut muka yang tidak senang malam itu – pikirku dalam hati.
Saat itu semuanya terlihat seakan tidak baik-baik saja buatku. Aku hanya terpaku menatapnya, diam mencari tawa yang mungkin terselip diwajahnya yang serius.
Terkadang aku bertanya, “apakah dia yang akan menjadi teman hidupku selamanya?”
Dia yang datar, aneh, dan kaku. Dia yang kadang kuanggap seperti abang yang selalu menuruti apa maunya aku, suka jajanin aku dan tidak pernah mengungkitnya. Dia yang bermetamorfosa menjadi seorang lelaki sejati yang sedang mencari tambatan hati. Dia yang bertindak selayaknya gentle man disaat benar-benar yakin memilihku sebagai calon teman hidupnya.
Sejak hari itu dia sedikit berbeda kepadaku. Seolah lebih memperhatikanku, bahkan saat sedang bersama pun dia berpura-pura serius untuk tidak memperhatikanku dan bertahan ditempatnya wkwkwk.

Sering aku mendapatinya sedang curi-curi pandang menatapku dan ketika sedang menatapku seakan matanya ingin berbicara dan mengatakan sesuatu padaku.
Aku tidak mengerti apa yang aku rasakan. Aku hanya tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Satu hal yang aku pikirkan saat itu adalah dia memilihku agar aku tidak merasa cemburu dan sakit hati lagi karna Dito bgst. Tapi bagaimana dengan mas im yang juga sedang sakit hatinya? Karna kabar yang aku dapati bahwa mas im sempat ingin melamar Syifa namun sudah keduluan orang lain atau entahlah aku tidak mengerti cerita pastinya karna setiap kutanya tentang itu mas im hanya menjawab ‘ya belum kodar aja’, gitu.

Oiya keputusan atau jawabanku saat mas im kerumahku malam itu adalah ‘iya dengan syarat’.
Jangan tanya apa syaratnya karna sebenarnya kuajukan syarat karna aku masih terkejut dengan keputusan dia memilihku menjadi calon teman hidupnya disaat aku sedang memperbaiki hatiku yang
masih berantakan karna Dito.
Suatu hari, saat itu hari selasa tanggal 12 februari 2019 dimana keadaan mengharuskan aku dan mas im bertemu dan bersama seharian untuk mengurusi salah satu urusan pekerjaan. Keadaan dimana masing-masing hati kita selalu beristigfar karna tengah berbuat dosa.”ya Alloh maafkan kami ya Alloh, kami khilaf”. Selesai mengurusi urusan pekerjaan  dikantor pemerintahan itu siang hari yang kemudian kita lanjuti dengan mencari makan siang dengan sedikit debat antara makan siang dulu atau solat dzuhur dulu. Yang akhirnya kita putuskan atau aku putuskan sih lebih tepatnya untuk makan siang dulu baru solat heehehe.
Mas im  : mau makan apa Yas?
Jasmine : mas im lagi mau makan apa?
Mas il    : gue sih terserah aja.
Jasmine : makan nasi rawon yuk, suka gak?
Mas il    : yaudah yuk cari.
Oke anggap aja kita udah sampe ditempat makannya ya, lokasinya didaerah tebet tepatnya tempat makan dipinggir kanan jalan yang pasti klo liat banner tempat makannya udah pasti maknyuslah wkwkkw.

Selama ditempat makan kita banyak ngobrol tentang apa aja,,, yaaaa yang paling banyak cerita sih mas im waktu ditempat makan nasi rawon itu tentang pekerjaannya. Aku jadi mengerti seberapa pekerja kerasnya mas im ini. Kita terus cerita bergantian, kadang tentang aku dan kadang tentang mas im, sampai tak terasa ternyata tempat makannya pun sampai sudah mau tutup dan jam sudah menunjukan angka sekitar jam 14.30 saat itu.
Diperjalanan arah pulang karna kita khawatir habisnya waktu solat dzuhur maka kita putuskan untuk mampir di sebuah mall untuk solat dzuhur.
Selesainya solat tiba-tiba mas im bilang gini :
Mas im    : mau langsung pulang atau masih mau liat-liat disini dulu Yas?
Jasmine : lah emang mas im belum mau pulang?
Mas im  : iya tadi kan kita buru-buru karna nanggung solat, nah sekarang kan udah lega ngga ada tanggungan solat lagi.
Jasmine : yaudah cari bangku yuk untuk sekedar ngobrol-ngobrol aja kita.
Akhirnya kita lanjut dengan cerita yang makin mengarah ke urusan pribadi dan sampai ke tahap pertanyaan serius mas im ke aku.

Mas im  : Yas, gue mau nanya serius nih sama lu.
Jasmine : apa? Tanya aja.
Mas im  : sebenernya lo beneran serius mau gak sih nikah sama gue?
Jasmine : yaaaa kan Jasmine udah pernah jawab pertanyaan mas im yg itu waktu mas im kerumah Jasmine kemarin.
Intinya diobrolan kita yang sampai jam5 sore itu kita obrolin tentang diri kita masing-masing, keluarga kita, keluh kesah dan kegundahan juga alasan pribadi kita masing-masing tentang rencana masa depan kita ini, bahkan kita saling menceritakan kejelekan kita masing-masing yang malesan, suka nunda pekerjaan, yang aku gasuka cuci piring atau kita yang suka tidur wkkwkkkw.
Dan akhirnya aku mengetahui dengan sangat jelas bahwa mas im ini benar-benar serius ingin menikahiku dan tidak ada raut muka yang menunjukkan kalau dia itu main-main.

Aku makin salut dengan kesiapan dia lahir bathin soal ini. Ketika aku tanya “apa benar-benar ingin melangsungkan acaranya tahun ini?” dengan lantang dia jawab iya karna alasan tidak ingin lama-lama sebab takut akan lebih banyaknya berbuat pelanggaran. Dan ketika aku tanya “emang udah ada modalnya untuk nikah?” dengan santai pun dia jawab sudah.
Dan ketika itu aku langsung makin mantap lagi untuk mengistikhoroi dan menghajati mas im untuk meyakinkan hatiku dengan dia.gumamku dalam hati.
Setelah itu kita lanjut dengan solat ashar kemudian mas il mengantar aku pulang dan dia juga pulang.

Cinta memang penuh misteri, tak bisa dimengerti, tak terduga dari mana datangnya, dari siapa, dan entah mengapa bisa berlabuh pada dua insan yang berlainan sifatnya. Cinta yang berawal dari ledekan kecil dan tatapan sekejap lalu turun ke hati kemudian berkembang seiring berjalannya waktu.

Lama semakin lama waktu kian berlalu, perhatiannya terasa lebih. Belakangan ini sepandai apapun aku memungkiri tetap tak bisa tutupi perasaan dihati. Ya aku rasa mulai menyukainya, oh Tuhan mengapa aku termakan kata-kataku sendiri yang tidak akan mungkin aku menikah dengan salah satu anak ‘apart’ dan menjadi suatu pasangan suami istri. Benar kata raisha “sekarang saja kau bilang tidak akan nanti lama-kelamaan beralih kisah kasih”. aaaaah tidak tidak, kuakui memang aku berusaha untuk tidak jatuh cinta dengan salah satu bahkan semua anak ‘apart’ karna mereka sudah kuanggap sebagai sahabatku dan tidak akan beralih dengan menjadi suamiku. Aku menepis segala yang kurasa dan apapun yang mas im katakan pada saat aku tau bahwa mas im menyukaiku. Tapi waktu, hati dan lisan berlainan.

Makin hari semakin aku terlena perhatiannya. Malah mas im semakin menunjukan rasanya dengan mendekati keluargaku dan menjenguk adikku saat sedang berada dirumah sakit. Lirikan mata, curi pandang disertai senyuman yang buat aku semakin salah tingkah. Tapi kurasa mas im pun sama salah tingkahnya apalagi ketika kami beradu pandangan sepasang bola mata yang sejenak bertangkap kemudian saling membuang pandang, hati dag dig dug, nada suara yang lewati kewajaran, kata ibuku yang berpengalaman bilang itu cinta.
Tapi aku masih tak percaya dan tetap menampiknya seakan hati belum bisa menerima warga baru karna baru kehilangan warga lama.

Hubungan kami pun terus berlanjut dan ternyata benar kata orang bahwa aksi dan sikap tak akan mengkhianati prosesnya dari pada janji yang hanya diucapkan namun tidak ada aksinya maka prosesnya pun tidak akan ada hasilnya. Dan aku percaya bahwa seseorang yang luar biasa itu sederhana dalam ucapannya, tetapi hebat dalam tindakannya.

“Mungkin manusia bermain-main dengan cinta dan perasaan karna pernah terluka.
Mungkin manusia menyakiti orang lain karna dia pernah tersakiti.
Mungkin manusia menganggap cinta itu sama seperti nafsu.
Mungkin manusia memang tak pernah merasa bersyukur akan cinta.
Mungkin manusia sering melupakan bahwa cinta itu sakral, suci, tunggal dan tak bisa diduakan.
Karna memang mencintai tak sebercanda itu.”

Biarlah waktu yang menjawab dan kuserahkan semua hasil akhirnya pada ALLAH dengan selalu berdoa yang terbaik untuk masa depanku dan untuk imamku.

“Maafkan jika air mataku tersembunyi dibalik senyuman.
Dan kata – kata mesra menjadi tanpa daya karena terperangkap dalam prasangka.
Tapi Tuhan tahu....
Cinta yang kupunya lebih berwarna dari yang kau kira.”

Karna cinta tak sebercanda itu,
Berjuang bersama jelas perlu

-JsmnAndln-

Kamis, 26 Desember 2019

IBU



Hasil gambar untuk ibu kartun




BU,
Setiap pagi, kau sudah terbangun lebih dulu dari aku.
Kau selalu bangunkanku ketika adzan subuh berkumandang.
Meski itu terkadang tak membuatku cepat berlalu dari keranjang tempat tidurku.

BU,
Kau selalu memanjakanku setiap hari.
Memberiku makanan bergizi dan pendidikan duniawi.
Meski terkadang aku tak sadar diri.
Mengabaikan ilmu akhirat yang selalu kau ajari.
Namun kau tak pernah lelah menasihati.
Walau,
Terlampau sering aku acuh padamu.
Tapi kau tak pernah balik acuh padaku.
Hampir setiap hari aku melawan perintahmu.
Namun kau selalu sabar menghadapiku.
Dengan selalu tersenyum kepadaku.

BU,
Yang aku tau, aku adalah anak yang menyebalkan.
Aku memiliki perilaku layaknya anak jalanan.
Ku tak bisa diam, aku suka keluyuran.
Aku anak yang sangat nakal bukan?
Namun kau selalu bermurah hati memafkanku.
Meskipun aku senang menyakiti hati.
Ibu tak pernah merasa disakiti.
Meski terkadang aku tak pernah mendengarkanmu.
Kau tak pernah menyerah dan selalu memberikan arti sebuah kesabaran.
Kau hebat bu.

Terimakasih Ibu.
Terimakasih sudah menjagaku hingga seperti sekarang ini.
Ibu yang selalu memberikanku cinta tanpa putus asa, tanpa pamrih.
Dengan cintamu, aku merasakan banyak kejadian yang luar biasa.
Engkau yang telah menjadi matahariku selama ini.
Kau bagaikan pelita yang menerangi hidupku.
Dari gelapnya dunia ini.

BU,
Aku sadar sekarang akan beratnya perjuangan dan pengorbananmu selama ini.
Perjuangan ibu yang tak pernah lelah.
Pengorbanan ibu yang tak kenal waktu.
Cinta kasih yang slealu ibu berikan.
Selalu membawaku pada sebuah keajaiban.
Keajaiban yang tak pernah kubayangkan.
Keajaiban yang hanya bisa kurasakan saat berada disampingmu, Ibu.
Aku sayang ibu, Aku cinta ibu, Aku butuh engkau, ibuku.
Maafkan semua kesalahan aku anakmu bu.
Kau lah Ibuku.
Malaikatku.

-JsmnAndln-

Senin, 09 September 2019

Cerita Sekolah Dasar

                                      

Seragam putih merah pertama yang aku gunakan merupakan awal perjuanganku mengeyam pendidikan demi menuntaskan syarat cerahnya masa depan. Tahun ajaran baru 2002 aku didaftarkan oleh ibuku untuk belajar ilmu dunia di Sekolah Dasar Negeri 01 pg.

Hari pertama aku sekolah dimulai dengan kegiatan upacara yang jadi kegiatan rutin bagi warga sekolah disetiap hari senin. Banyak kejadian menarik yang aku alami dan masih aku ingat sampai saat ini ketika aku memakai seragam putih merah, salah satunya adalah selama 6 tahun teman sekelas ku tidak pernah berganti karna memang pada zamanku dari kelas 1 s/d 6 angkatan aku cuma ada satu kelas saja namun untuk angkatan diatas dan dibawah aku itu ada dua kelas yang mana diberi nama kelas ‘A’ dan ‘B’.

Dan selama 6 tahun, periode perputaran organisasi kelas hanya ketua kelas saja yang bergantian itupun hanya tiga kali. Yaaa selama enam tahun aku mempunyai tiga ketua kelas dan untuk yang lainnya seperti sekretaris, bendahara, wakil ketua kelas juga keamanan tidak pernah ganti. Tidak usah penasaran dengan menebak aku pernah menjadi salah satu organisasi kelas tersebut atau tidak karna jawabannya adalah jelas iya dan jabatanku sebagai keamanan dong hahahhaha.
Iya iya waktu aku SD memang sedikit agak tomboy makanya dijadiin seksi keamanan ssststtt bukan keamanan yang seksi yah hushus jangan ngawur wkwkkw. Sejak SD aku terkenal ahli dalam bidang olahraga, please harus percaya kalo saat SD aku pernah menjuarai lomba athletic se-DKI Jakarta tingkat provinsi antar sekolah loh dengan membawa pulang 1 medali emas atas kemenangan lari 100m, medali perunggu atas kemenangan lompat jauh beserta piagam, piala juga amplop nya hehe.

Banyak kejadian memalukan yang sampai saat ini masih aku ingat selama aku memakai seragam putih merah ini salah satunya adalah pingsan disaat sedang upacara bendera hari senin dan by the way pingsannya itu aku sengaja sebenarnya wkkwkw. Duh jangan suudzon dulu dong kan belum selesai aku ceritainnya. Jadi alasan aku pura-pura pingsan itu karna awal ceritanya itu gini, ada salah satu guru ‘ganteng’ yang mana dia adalah ayah dari teman sekelasku yang bernama Doni yang juga ganteng, nama guru atau ayahnya Doni itu aku lupa tapi karna dia ayahnya Doni maka banyak yang memanggilnya dengan sebutan ‘Pak Doni’. Nah pak Doni ini adalah wali kelasku saat dikelas 5, walaupun ganteng tapi beliau juga terkenal dengan icon galaknya kalau sedang memberi hukuman.... beuhhh sangatlah kejam apalagi kalau sedang mengomeli si Doni yang notabennya adalah anaknya, namun ketika Doni berbuat salah perlakuannya pun sama seperti siswa lainnya bahkan lebih keras.
Bagaimana tidak saat pak Doni jadi wali kelas kami satu kelas sering kena hukuman karna menggangu kelas lain dengan kegaduhan yang kami buat saat tidak ada guru dikelas. Hukumannya itu lari mengelilingi gedung sekolah sebanyak 10 putaran dong dan diawasi.gilak gak?
Tapi tetep aja aku dan temen sekelasku tidak pernah jera malah yang ada hampir setiap hari kami dihukum sama pak Doni wkwkwk.

Oke balik ketopik awal kenapa alasan aku berpura-pura pingsan yaitu karna setiap kali ada yang pingsan saat upacara mesti dibawa keruang guru kan (karna UKS latar depannya terpakai untuk upacara) dan dibawanya itu mesti digendong sama pak Doni dan aku iri makanya aku mau coba rasanya digendong sama bapak guru ganteng dengan pura-pura pingsan ini heeeeeee.
Daaannnn rasanya itu bener-bener amazing banget sumpah kusenanggg syekaliiiii berasa seperti princess yang sedang digendong oleh pangerannya.
Ohhhh pak Doni terimakasih karna pernah membuat masa-masa SD ku berkilau kwkwkw.

And u know what? Jangan kalian pikir karna waktu SD itu aku tomboy lantas tidak ada yang suka sama aku yah,, hellow waktu SD aku juga pernah ditembak keles kwkwkw dan caranya itu bener-bener lucu bukan kaya anak-anak SD jaman now. Namanya Muhammad Adam Rasjid dan biasa dipanggil ‘Adam’ yah dia adalah pacar pertama ku waktu SD, saat itu kami sedang mengerjakan Ujian Akhir Semester kenaikan kelas dan kebetulan aku dengan Adam berada dikelas yang sama dan kami berdepan belakangan (aku didepan dan Adam dibelakangku).
Hal yang sudah biasa ketika ujian lalu ada soal yang sulit kemudian kita bertanya sama teman terdekat kita atau teman yang menurut kita pintar. Saat itu yang sedang berlangsung adalah ujian matematika, ditengah perjalanan ujian yang tenggat waktu selesainya sekitaran 20menit lagi mulailah pecah kesunyian ruang ujian dengan pertanyaan contekan.
Ada yang memanggil dengan berbisik, ada yang melempar kertas kosong sebagai media jawaban contekannya, ada yang mencolek punggung temannya yang berada didepannya dan ada pula yang hanya menengokan kepalanya kebelakang untuk melihat kertas jawaban temannya.
Tibalah punggung aku dicolek sama Adam berbarengan dengan dia menyodorkan secuil kertas yang dia berikan ketika aku menoleh kemejanya, sekilas aku pikir itu adalah kertas yang berisikan nomor-nomor soal yang mau dia minta jawabannya padaku namun ketika aku membuka dan membaca secuil kertas tersebut yang isinya mampu membuat aku diam terpaku selama 5 detik yang kemudian diikuti dengan tawa kecil memalukan saat selesai membacanya.HAHAHAHA yes u right isinya adalah seperti ini :” Jasmine gue suka sama lu, mau gak lu jadi cewek gue” .
karna aku baik jadi aku kembalikan kertasnya dengan isi jawaban soal ujian aku dari nomor satu sampai akhir dan sampai sekarang kalo sedang kumpul reuni SD mesti masih ada sikap salah tingkahnya deh kalo lagi ngobrol atau sekedar nyapa aku, yaampun Adam Adam lucu bangetsih lo wkwkwk.

Bukan hanya aku aja yang pernah ditembak dengan cara yang unik namun teman aku Rika juga mengalami hal yang sama. Rika adalah teman dekat aku waktu SD dan juga murid yang cantik dan paling pintar sekelas bahkan satu sekolah dia selalu juara umum jadi wajarlah kalo banyak yang menyukainya, mulai dari guru-guru, orangtua murid dan cowok satu sekolah.
Kejadiannya dikelas 5, saat itu sedang istirahat kedua sekitar jam 11 siang, ada yang mengisi dengan jajan dikantin sekolah, jajan diluar gerbang sekolah, tidur, main lari-larian sampai main buaya-buayaan, by the way ini yang paling seru dan kala itu kami satu kelas lagi main buaya-buayaan yang mana salah satu dari kami jadi buaya dan sisanya naik keatas balok kayu depan papan tulis apabila ada yang jatuh kemudian kena makan si buaya maka akan berubah jadi buaya juga, tentu saja ukuran balok kayu tersebut tidaklah muat untuk menampung kami satu kelas maka dari itu banyak yang berebut kemudian jatuh dan dikejar-kejar si buaya kemudian dimakan dan berubah.
Sampai akhirnya kami satu kelas jadi buaya tamatlah permainan tersebut.

Tiba-tiba Rika mendekatiku kemudian berbisik menyuruhku keluar kelas yang ternyata sudah menanti beberapa orang teman sekelasku juga diluar kelas dekat ujung lorong lobby, mereka adalah Doni, Rinjani, yudi, Adam, Noni, Fadhil, Dicky, Ridwan, tentunya aku dan Rika juga Bima yang ingin nembak Rika ini.
Bisa nebak gak cara nembaknya Bima ke Rika itu gimana?
Yaaa tentu saja dengan menyatakan cintanya dan memberi Rika uang dong 50rb, sumpah gak ngerti maksudnya ngasih uang itu untuk apa tapi pada zaman itu 50rb itu pecahan uang yang gede banget dan pas mau ngasihin uangnya ke Rika dengan bujukan aku sebagai temannya dan bisikan-bisikan setan lainnya biar Rika terima Bima dan juga uangnya tentu saja,
tiba-tiba uangnya terbang dong kebawa angin yang akhirnya nyangkut diatas genteng lantai dua sekolah (kelas kami ada dilantai tiga) yaampun ngakak so hard sumpah. Yapastilah uang itu berusaha diambil sama Bimanya dengan berlagak agak ksatria HAHAHAHA.

------------ BEL BERBUNYI ----------------

Sehabis pulang sekolah seakan menjadi waktu wajib untuk kita bisa menghabiskan waktu bersama lebih lama lagi, dan ‘Mau kemana kita?’ itu jadi pertanyaan sederhana namun sulit dijawab yang sering kami lontarkan.
Sebenernya siklus pergi kita sama aja yaitu berpetualang mengetahui rumah-rumah teman kita satu kelas. Aku ingat rumahnya Rika adalah yang favorite karna dekat dari sekolah.

Oiya perlu diketahui selama 6 tahun mengeyam bangku SD aku selalu berusaha untuk dapat duduk dibangku barisan ke tiga atau ke empat karna kalo dibangku barisan pertama itu jebakan guru yang pastinya akan sering disuruh maju, barisan akhir itu suram karna sangatlah jauh dari papan tulis dan suara guru, juga icon anak bandel kalo duduk dibelakang tuh.

Prestasiku selama 6 tahun sekolah dasar juga gak bagus-bagus dan gak jelek-jelek amat, yaaa aku suka diposisi tengah-tengah, selama 6 tahun aku pernah menempati posisi 5 besar dan 10 besar. Yaaa gapapa lahya walaupun gak pernah bisa jadi 3 besar atau juara umum intinya kan LULUS ditahun 2007/2008.

Mengenang masa kecil saat disekolah dasar sangatlah menyenangkan dan bisa membuat awet muda. Mereka teman sekelasku selama enam tahun akan tetap menjadi nomor satu di kenangan indahku, semoga kelak disuatu hari nanti aku bisa kumpul kembali bersama mereka dengan formasi yang lengkap.

Seperti itulah kesederhanaan kebahagiaan dimasa putih merahku yang ternyata tidak sesederhana itu untuk bisa dilupakan.

-JsmnAndln-


Aku dan Keluargaku

                  Hasil gambar untuk family

Hallo namaku Jasmine Andeline dan biasa dipanggil ‘Jasmine’ oleh keluargaku, dan ‘Mine / Yas’  oleh teman-temanku. Aku lahir dihari senin tanggal 09 September 1996 dan tentu saja usiaku saat ini genap 23 tahun. Aku dilahirkan dari sebuah keluarga biasa yang jauh dari kata mewah. Ayahku bernama Fathan Alzelvin dan ibuku bernama Fatimah Alarumi, mereka adalah segalanya bagiku.

Aku bukanlah seorang gadis biasa yang istimewa seperti difilm Cinderella atau sinetron putih abu-abu. Aku hanyalah benar-benar seorang gadis biasa yang tidak cantik apalagi pintar, yang kubisa hanyalah mengikuti arus kehidupan tanpa ada keberanian untuk mengubah arah arus tersebut sampai saat ini.
Aku adalah anak pertama dari 4 bersaudara, dibawahku ada adik centilku yang bernama Sekar Andeline dan banyak yang sering memanggilnya dengan sebutan ‘Sekar’, dibawahnya Sekar ada lagi adik lelakiku satu-satunya yang badungnya naudzubillaah, namanya Muhammad Rama Alzelvin dan akrab dengan panggilan ‘Rama’ juga ada adikku yang paling bontot bernama Tatiana Rumi Andeline dan biasa dipanggil dengan sapaan ‘Ana’. Mereka adalah adik-adik ku yang sangat aku sayangi setelah orangtuaku.

Pada bulan juli tahun 2014 ayahku meninggal karna penyakit kanker usus besar yang dideritanya kurang lebih selama 3 tahun. Kejadian yang paling buruk yang pernah terjadi dalam hidupku dan yang tidak pernah aku bayangkan akan terjadi adalah kehilangan seseorang yang paling berharga dalam hidupku yaitu kehilangan ayah untuk selamanya.
Banyak perubahan kehidupan yang aku dan keluargaku alami setelah ayahku meninggal terutama ibuku yang setiap malam selalu menangis ketika aku dan adik-adiku sudah tertidur lelap.
Aku setiap malam sering memergoki ibuku sedang memandangi foto ayahku sambil memeluknya sesekali lalu menangis dalam diam sesegukan.
Sampai pada akhirnya, kurang lebih 6 bulan setelah kematian ayahku, ibuku bertemu dengan seorang pria dan sering mengajak pria tersebut untuk main kerumah sambil mengenalkannya pada aku dan adik-adikku. Awal kecurigaanku.
Sebut saja namanya om gun, begitulah aku dan adik-adikku memanggilnya.
Karna seringnya om gunawan ini kerumah dengan tidak ada alasan yang jelas maka sudah pasti ada rencana busuk yang terbesit dalam hatinya dan aku langsung bisa mencium rencana busuk tersebut.
Setelah aku selidiki tentang om gun ini dari cerita-ceritanya ibu soal doi maka rencana busuk om gun ini makin tercium nyatanya olehku dan adik-adikku ini, yang kemudian kami (aku, Sekar dan Rama) mulai membuat rencana agar rencana busuk om gun untuk menikahi ibu ini tidak akan terjadi hahahaha.

Strategi :
1. Tidak boleh cium tangannya om gun klo disuruh salam sama ibu ( jadi salam tangannya ke jidat atau pipi ).
2. Buat om gun tidak pernah nyaman kalo lagi main kerumah dengan cara pura-pura berantem dan lempar-lempar barang sampe rumah berantakan.
3. Jangan pernah menerima apapun pemberian dari om gun. ( walaupun pada akhirnya sekar dan Rama tetap menerima pemberian om gun kalo doi sudah pulang dari rumah.heuuuu-__-)
4. Berjanji tidak akan memanggil doi dengan sebutan ‘Ayah’ klo 3 rencana diatas tidak berhasil.

Dan pada akhirnya 4 rencana tersebut tidak ada yang berhasil untuk membuat nyerah om gun menikahi ibu.
Mereka menikah dibulan februari tahun 2015, ya singkat cerita walaupun aku sudah mengizinkan ibu untuk menikah dengan om gun, dengan penuh drama nangis-nangisnya ibu biar aku izinkan, tetap saja mereka menikah dengan tanpa sepengetahuanku. –geramnya aku kala itu.
Tapi yasudahlah ibarat nasi sudah jadi lontong tetep masih bisa dimakan kok. Namun point ke empat bisa aku lakukan atau hanya aku yang bisa lakukan yaitu dengan tidak menyebut om gun dengan sebutan ‘ayah’ selama 1 tahun pernikahannya mereka sampai akhirnya dengan drama nangis-nangis nya ibu ‘lagi’ yang paling buat aku lemah, dengan berat hati ditahun 2016 aku memanggil om gun dengan sebutan ‘AYAH’.
Perlu diketahui kenapa sejak awal aku tidak pernah setuju dengan pernikahan ini ya karna pada saat itu aku taunya ibu aku akan menikahi seorang pria yang sudah mempunyai istri, itu artinya ibu aku akan menjadi istri kedua dan aku mempunyai seorang ibu tiri, yang mana aku taunya kalo ibu tiri itu jahat dan tidak ada yang pernah akan akur dalam hubungan antara istri pertama dan istri kedua dalam poligami. That’s my reason.

Oke cukuplah bahas tentang hubungan perpoligamian orgtua aku. Intinya sekarang aku punya ayah baru yeeeeyyyyy-_-.
Aku tinggal disebuah rumah yang sangat sederhana dan mungkin terlalu kecil untuk dihuni oleh 5 orang (Ayah baruku tidak tinggal dirumah bersama ibu, aku dan adik-adikku).ya mau bagaimana lagi itulah resiko perjanjian yang harus diterima ibuku sebagai istri kedua. Dengan adanya ibuku menikah lagi dan menjadi istri kedua bukan berarti hidupku berubah layaknya kehidupan istri kedua yg seperti disinetron indosiar.
Karna ayahku bukanlah orang kaya, melainkan orang biasa yang hanya mengandalkan sebuah toko kelontong untuk menghidupi 2 istrinya dan 4 orang anaknya sekarang. Hanya rumah ini yang kami punya dan bisa kami jadikan tempat tinggal.
Rumah yang sempit dan hampir roboh karna sering dibuat sasaran amuknya Rama kalo lagi kumat. Tapi dengan keadaan yang seperti ini tak pernah sedikitpun ibu mengeluh namun aku pernah merasa bahwa Tuhan ini tidak adil padaku. Apa ada yang mau tau kenapa aku selalu merasa Tuhan ini tidak
adil padaku?
Lingkungan tempat tinggal yang aku tinggali bersama keluargaku saat ini adalah lingkungan tempat tinggal yang sangat kumuh, keras dan mungkin bagi kalangan orang luar dianggap sebagai tempat tinggal yang menjijikkan dan tak layak untuk dijadikan tempat tinggal. Namun apa boleh buat, hanya ini yang kami punya.
Sabar, ikhlas dan menerima apa yang sedang Tuhan berikan untuk kami. Semangat untuk hidup yang kami jadikan motivasi untuk menjalani kehidupan yang sulit seperti ini.”Bu kenapasih Jasmine dilahirkan dengan kehidupan yang seperti ini? Jasmine malu bu tinggal dirumah kecil dan sumpek seperti ini, Jasmine malu kalo mau ajak temen Jasmine untuk main atau sekedar tau seperti apa rupa rumah Jasmine ini bu”. Itulah rengekan yang selalu aku utarakan kepada ibuku dan ibuku hanya menjawab dengan satu senyuman kecil diikuti dengan kata maaf yang terlontar dari mulutnya juga air mata yang menetes dengan semi hampir tak terlihat.

Walaupun aku sadar dengan rengekan seperti itu tidak akan bisa merubah apapun malah yang ada hanya akan menambah beban pikiran ibuku saja.
Yasudahlah mau gimana lagi, inilah takdir kehidupanku dengan keluargaku. Mungkin Tuhan mempunyai rencana lain yang lebih baik lagi untukku dan keluargaku dimasa mendatang.

Pernah terbesit dipikiranku untuk bisa merubah segala kesulitan yang aku alami ini dengan cara menikah dengan seorang lelaki kaya raya agar hidupku lebih baik namun hanyalah mimpi dizaman sekarang bisa mendapatkan suami kaya raya tanpa point plus yang ada di diriku ini.
Setelah lulus SMK aku tidak langsung bekerja atau kuliah melainkan aku tinggal dipondokan kurang lebih selama 2 tahun.
Setelah mendapat title sebagai seorang Ustadzah, aku lanjutkan dengan tugas selama satu tahun diyayasan pondok pesantren Ar-Rahman sebagai Guru Bacaan Quran.
Bulan September 2017 tugas ku yang pertama sebagai Guru di pondok pesantren telah selesai yang kemudian aku kembali kerumahku dan tinggal bersama ibu ku dan Rama. Ya sekarang kita hanya tinggal bertiga karna adikku yang kecil tinggal
bersama bunda (Ibu tiriku) dan Sekar sedang menjalankan tugas ke ustadzah annya di kerawang.

2 bulan aku jadi pengangguran sampai akhirnya dibulan November aku mendapat pekerjaan sebagai admin menggantikan posisi tanteku disebuah perusahaan swasta yang masih kecil menengah.
Usiaku terus bertambah dan akupun beranjak dewasa dimana tekanan yang aku dapat semakin berat. Tidak hanya dari lingkungan pekerjaanku saja tetapi dari teman-temanku, keluargaku bahkan urusan pribadiku.
Setiap hari aku hanya bisa berdoa kepada Tuhan untuk kehidupanku dan keluargaku yang lebih baik dari ini.
“ya ALLAH berikanlah yang terbaik untukku dan orangtuaku didunia maupun diakhirat kelak”. Yaaa hanya itu yang bisa aku pinta sama Tuhan, selanjutnya aku pasrah dengan apa yang akan diberikanNya.

Namun hingga saat ini walaupun kehidupan aku dan keluargaku jauh dari kata mewah akan tetapi Alhamdulillah ALLAH selalu berikan kecukupan dan kami selalu bisa bersyukur dengan apa yang sedang kami jalankan saat ini. Karna aku tau bahwa rencana ALLAH itu lebih indah dan aku akan sabar akan hasil dari rencana ALLAH tersebut.
Tidak hanya karna apa yang aku dapatkan melenceng dari harapanku, aku memutuskan untuk berhenti belajar dan mencoba, itu tidak. Karna sebenarnya ekspektasi yang tak sesuai realita menunjukan bahwa aku tidak cukup belajar. Jadi mulai sekarang, aku akan belajar lebih banyak lagi tentang semua hal dan aku akan terus melatih hati dan otak ku agar selalu sinkron dan kuat dalam melewati segala sesuatunya. Karna hal terpenting dalam hidup adalah menjadi sesuatu bukan menemukan sesuatu.
“Lewatilah hari, atau biarkan hari yang melewatimu.
Belajarlah dari masa lalu, rancang masa depan berdasarkan masa lalumu.
Kemudian kendalikan setiap detail dari hidupmu”.

Raihlah tujuan dengan berusaha dan berdoa juga ridho orngtua.
Dan lakukanlah prosesnya dengan ilmu, otak dan jiwa.

-Mulailah BERMIMPI

-JsmnAndln-