Hallo namaku Jasmine Andeline dan biasa dipanggil ‘Jasmine’ oleh keluargaku, dan ‘Mine / Yas’ oleh teman-temanku. Aku lahir dihari senin tanggal 09 September 1996 dan tentu saja usiaku saat ini genap 23 tahun. Aku dilahirkan dari sebuah keluarga biasa yang jauh dari kata mewah. Ayahku bernama Fathan Alzelvin dan ibuku bernama Fatimah Alarumi, mereka adalah segalanya bagiku.
Aku bukanlah seorang gadis biasa yang istimewa seperti difilm Cinderella atau sinetron putih abu-abu. Aku hanyalah benar-benar seorang gadis biasa yang tidak cantik apalagi pintar, yang kubisa hanyalah mengikuti arus kehidupan tanpa ada keberanian untuk mengubah arah arus tersebut sampai saat ini.
Aku adalah anak pertama dari 4 bersaudara, dibawahku ada adik centilku yang bernama Sekar Andeline dan banyak yang sering memanggilnya dengan sebutan ‘Sekar’, dibawahnya Sekar ada lagi adik lelakiku satu-satunya yang badungnya naudzubillaah, namanya Muhammad Rama Alzelvin dan akrab dengan panggilan ‘Rama’ juga ada adikku yang paling bontot bernama Tatiana Rumi Andeline dan biasa dipanggil dengan sapaan ‘Ana’. Mereka adalah adik-adik ku yang sangat aku sayangi setelah orangtuaku.
Pada bulan juli tahun 2014 ayahku meninggal karna penyakit kanker usus besar yang dideritanya kurang lebih selama 3 tahun. Kejadian yang paling buruk yang pernah terjadi dalam hidupku dan yang tidak pernah aku bayangkan akan terjadi adalah kehilangan seseorang yang paling berharga dalam hidupku yaitu kehilangan ayah untuk selamanya.
Banyak perubahan kehidupan yang aku dan keluargaku alami setelah ayahku meninggal terutama ibuku yang setiap malam selalu menangis ketika aku dan adik-adiku sudah tertidur lelap.
Aku setiap malam sering memergoki ibuku sedang memandangi foto ayahku sambil memeluknya sesekali lalu menangis dalam diam sesegukan.
Sampai pada akhirnya, kurang lebih 6 bulan setelah kematian ayahku, ibuku bertemu dengan seorang pria dan sering mengajak pria tersebut untuk main kerumah sambil mengenalkannya pada aku dan adik-adikku. Awal kecurigaanku.
Sebut saja namanya om gun, begitulah aku dan adik-adikku memanggilnya.
Karna seringnya om gunawan ini kerumah dengan tidak ada alasan yang jelas maka sudah pasti ada rencana busuk yang terbesit dalam hatinya dan aku langsung bisa mencium rencana busuk tersebut.
Setelah aku selidiki tentang om gun ini dari cerita-ceritanya ibu soal doi maka rencana busuk om gun ini makin tercium nyatanya olehku dan adik-adikku ini, yang kemudian kami (aku, Sekar dan Rama) mulai membuat rencana agar rencana busuk om gun untuk menikahi ibu ini tidak akan terjadi hahahaha.
Strategi :
1. Tidak boleh cium tangannya om gun klo disuruh salam sama ibu ( jadi salam tangannya ke jidat atau pipi ).
2. Buat om gun tidak pernah nyaman kalo lagi main kerumah dengan cara pura-pura berantem dan lempar-lempar barang sampe rumah berantakan.
3. Jangan pernah menerima apapun pemberian dari om gun. ( walaupun pada akhirnya sekar dan Rama tetap menerima pemberian om gun kalo doi sudah pulang dari rumah.heuuuu-__-)
4. Berjanji tidak akan memanggil doi dengan sebutan ‘Ayah’ klo 3 rencana diatas tidak berhasil.
Dan pada akhirnya 4 rencana tersebut tidak ada yang berhasil untuk membuat nyerah om gun menikahi ibu.
Mereka menikah dibulan februari tahun 2015, ya singkat cerita walaupun aku sudah mengizinkan ibu untuk menikah dengan om gun, dengan penuh drama nangis-nangisnya ibu biar aku izinkan, tetap saja mereka menikah dengan tanpa sepengetahuanku. –geramnya aku kala itu.
Tapi yasudahlah ibarat nasi sudah jadi lontong tetep masih bisa dimakan kok. Namun point ke empat bisa aku lakukan atau hanya aku yang bisa lakukan yaitu dengan tidak menyebut om gun dengan sebutan ‘ayah’ selama 1 tahun pernikahannya mereka sampai akhirnya dengan drama nangis-nangis nya ibu ‘lagi’ yang paling buat aku lemah, dengan berat hati ditahun 2016 aku memanggil om gun dengan sebutan ‘AYAH’.
Perlu diketahui kenapa sejak awal aku tidak pernah setuju dengan pernikahan ini ya karna pada saat itu aku taunya ibu aku akan menikahi seorang pria yang sudah mempunyai istri, itu artinya ibu aku akan menjadi istri kedua dan aku mempunyai seorang ibu tiri, yang mana aku taunya kalo ibu tiri itu jahat dan tidak ada yang pernah akan akur dalam hubungan antara istri pertama dan istri kedua dalam poligami. That’s my reason.
Oke cukuplah bahas tentang hubungan perpoligamian orgtua aku. Intinya sekarang aku punya ayah baru yeeeeyyyyy-_-.
Aku tinggal disebuah rumah yang sangat sederhana dan mungkin terlalu kecil untuk dihuni oleh 5 orang (Ayah baruku tidak tinggal dirumah bersama ibu, aku dan adik-adikku).ya mau bagaimana lagi itulah resiko perjanjian yang harus diterima ibuku sebagai istri kedua. Dengan adanya ibuku menikah lagi dan menjadi istri kedua bukan berarti hidupku berubah layaknya kehidupan istri kedua yg seperti disinetron indosiar.
Karna ayahku bukanlah orang kaya, melainkan orang biasa yang hanya mengandalkan sebuah toko kelontong untuk menghidupi 2 istrinya dan 4 orang anaknya sekarang. Hanya rumah ini yang kami punya dan bisa kami jadikan tempat tinggal.
Rumah yang sempit dan hampir roboh karna sering dibuat sasaran amuknya Rama kalo lagi kumat. Tapi dengan keadaan yang seperti ini tak pernah sedikitpun ibu mengeluh namun aku pernah merasa bahwa Tuhan ini tidak adil padaku. Apa ada yang mau tau kenapa aku selalu merasa Tuhan ini tidak
adil padaku?
Lingkungan tempat tinggal yang aku tinggali bersama keluargaku saat ini adalah lingkungan tempat tinggal yang sangat kumuh, keras dan mungkin bagi kalangan orang luar dianggap sebagai tempat tinggal yang menjijikkan dan tak layak untuk dijadikan tempat tinggal. Namun apa boleh buat, hanya ini yang kami punya.
Sabar, ikhlas dan menerima apa yang sedang Tuhan berikan untuk kami. Semangat untuk hidup yang kami jadikan motivasi untuk menjalani kehidupan yang sulit seperti ini.”Bu kenapasih Jasmine dilahirkan dengan kehidupan yang seperti ini? Jasmine malu bu tinggal dirumah kecil dan sumpek seperti ini, Jasmine malu kalo mau ajak temen Jasmine untuk main atau sekedar tau seperti apa rupa rumah Jasmine ini bu”. Itulah rengekan yang selalu aku utarakan kepada ibuku dan ibuku hanya menjawab dengan satu senyuman kecil diikuti dengan kata maaf yang terlontar dari mulutnya juga air mata yang menetes dengan semi hampir tak terlihat.
Walaupun aku sadar dengan rengekan seperti itu tidak akan bisa merubah apapun malah yang ada hanya akan menambah beban pikiran ibuku saja.
Yasudahlah mau gimana lagi, inilah takdir kehidupanku dengan keluargaku. Mungkin Tuhan mempunyai rencana lain yang lebih baik lagi untukku dan keluargaku dimasa mendatang.
Pernah terbesit dipikiranku untuk bisa merubah segala kesulitan yang aku alami ini dengan cara menikah dengan seorang lelaki kaya raya agar hidupku lebih baik namun hanyalah mimpi dizaman sekarang bisa mendapatkan suami kaya raya tanpa point plus yang ada di diriku ini.
Setelah lulus SMK aku tidak langsung bekerja atau kuliah melainkan aku tinggal dipondokan kurang lebih selama 2 tahun.
Setelah mendapat title sebagai seorang Ustadzah, aku lanjutkan dengan tugas selama satu tahun diyayasan pondok pesantren Ar-Rahman sebagai Guru Bacaan Quran.
Bulan September 2017 tugas ku yang pertama sebagai Guru di pondok pesantren telah selesai yang kemudian aku kembali kerumahku dan tinggal bersama ibu ku dan Rama. Ya sekarang kita hanya tinggal bertiga karna adikku yang kecil tinggal
bersama bunda (Ibu tiriku) dan Sekar sedang menjalankan tugas ke ustadzah annya di kerawang.
2 bulan aku jadi pengangguran sampai akhirnya dibulan November aku mendapat pekerjaan sebagai admin menggantikan posisi tanteku disebuah perusahaan swasta yang masih kecil menengah.
Usiaku terus bertambah dan akupun beranjak dewasa dimana tekanan yang aku dapat semakin berat. Tidak hanya dari lingkungan pekerjaanku saja tetapi dari teman-temanku, keluargaku bahkan urusan pribadiku.
Setiap hari aku hanya bisa berdoa kepada Tuhan untuk kehidupanku dan keluargaku yang lebih baik dari ini.
“ya ALLAH berikanlah yang terbaik untukku dan orangtuaku didunia maupun diakhirat kelak”. Yaaa hanya itu yang bisa aku pinta sama Tuhan, selanjutnya aku pasrah dengan apa yang akan diberikanNya.
Namun hingga saat ini walaupun kehidupan aku dan keluargaku jauh dari kata mewah akan tetapi Alhamdulillah ALLAH selalu berikan kecukupan dan kami selalu bisa bersyukur dengan apa yang sedang kami jalankan saat ini. Karna aku tau bahwa rencana ALLAH itu lebih indah dan aku akan sabar akan hasil dari rencana ALLAH tersebut.
Tidak hanya karna apa yang aku dapatkan melenceng dari harapanku, aku memutuskan untuk berhenti belajar dan mencoba, itu tidak. Karna sebenarnya ekspektasi yang tak sesuai realita menunjukan bahwa aku tidak cukup belajar. Jadi mulai sekarang, aku akan belajar lebih banyak lagi tentang semua hal dan aku akan terus melatih hati dan otak ku agar selalu sinkron dan kuat dalam melewati segala sesuatunya. Karna hal terpenting dalam hidup adalah menjadi sesuatu bukan menemukan sesuatu.
“Lewatilah hari, atau biarkan hari yang melewatimu.
Belajarlah dari masa lalu, rancang masa depan berdasarkan masa lalumu.
Kemudian kendalikan setiap detail dari hidupmu”.
Raihlah tujuan dengan berusaha dan berdoa juga ridho orngtua.
Dan lakukanlah prosesnya dengan ilmu, otak dan jiwa.
-Mulailah BERMIMPI
-JsmnAndln-